Kenali Jamur Pada Kulit  

Posted in



Beberapa tahun terakhir, jamur selalu merujuk pada bahan makanan yang masuk dalam golongan sayur-sayuran. Berbagai menu kuliner disajikan dengan bahan jamur. Mulai dari camilan, berupa jamur crispy (keripik), sup jamur, mie ayam jamur, hingga nasi goreng jamur. Budidaya jamur pun telah menjadi lahan usaha yang menggiurkan, dari jenis tiram, kancing, hingga shitake. Padahal topik ‘jamur’ pun bisa merujuk pada penyakit kulit yang mudah ditemui pada punggung atau wajah. 


Kulit sebagai media
    Jamur bisa menyebabkan penyakit yang cukup parah bagi manusia. Penyakit tersebut antara lain mikosis yang menyerang langsung pada kulit. Panu, kadas, dan kurap merupakan topik yang akhirnya redup, seiring dengan meningkatnya kualitas hidup masyarakat. Seorang yang terkena penyakit kulit di atas, biasanya cenderung merasa gengsi atau malu untuk memeriksakannya. Penyakit ini merujuk pada masyarakat tradisional yang kebersihannya kurang terjaga. Masyarakat populer telah mengabaikan penyakit ini dengan peningkatan kebersihan namun dan mengakibatkan panu dan kawan-kawan tidak populer lagi.  Sehingga sekian tahun terakhir, iklan obat panu, kudis, dan kurap pun semakin jarang terlihat.

Para ilmuwan sains, memperkirakan terdapat 100 ribuan jenis jamur di dunia. Masuk ke dalam kelompok fungi, jamur bisa saja terdiri atas satu sel yang besarnya mulai dari beberapa mikrometer hingga mencapai satu meter. Sel-selnya tersusun berderet satu per satu dan membentuk hifa atau benang-benang (filamen). Alat perkembangbiakannya berupa spora. Karena tak punya hijau daun, jamur menyerap unsur yang dibutuhkan dari lingkungan hidupnya melalui sistem hifa.

               Pada kulit manusia, jamur hidup pada lapisan tanduk. Jamur itu kemudian melepaskan toksin yang bisa menimbulkan peradangan dan iritasi berwarna merah dan gatal. Infeksinya bisa berupa bercak-bercak warna putih, merah, atau hitam di kulit dengan bentuk simetris. Ada pula infeksi yang berbentuk lapisan-lapisan sisik pada kulit. Itu tergantung pada jenis jamur yang menyerang. Sebagai negara tropis Indonesia menjadi lahan subur tumbuhnya jamur. Karena itu, penyakit-penyakit akibat jamur sering kali menjangkiti masyarakat. Padahal, penyakit ini dengan mudah menular lewat persentuhan kulit, atau juga dari pakaian yang terkontaminasi spora jamur. Banyak anggapan, katanya, penyakit panu atau kurap sekadar masalah kosmetik. Hal ini merupakan anggapan yang tidak sepenuhnya benar.

Antara Mencegah dan Mengobati
Menjaga kebersihan diri adalah solusi terefisien dan terefektif bila ingin terhindar dari infeksi jamur. Bahaya infeksi jamur tak sekadar menyebabkan panu atau kurap saja, tapi juga bisa menyebakan kematian bila infeksinya meluas dan bahkan masuk ke organ dalam tubuh. Karena jangan anggap remeh penyakit kulit ini, perlu segera diobati jika telah terinfeksi
Pengobatan yang dilakukan biasanya dengan antijamur. Lamanya pengobatan tergantung pada tingkat infeksi yang terjadi. Ada jenis obat yang bersifat iritan. Maksudnya, cara kerja obat tersebut memapas jamur dengan mengikis permukaan yang terkena jamur tiap lapisan. Biasanya obat ini memerlukan waktu 1-4 minggu untuk jenis panu atau kurap. Tapi, kondisi ini pun tergantung pada tingkat keparahannya. Jenis obat lainnya bersifat fungisida. Ini lebih mengarahkan sasaran pada jamur itu sendiri tanpa mengiritasi kulit.
Umumnya masyarakat pun melakukan self medication atau pengobatan sendiri dengan membeli obat antijamur yang biasanya berupa salep. Seringkali masyarakat salah menggunakannya. Mereka biasanya berlebihan dalam menggunakan obat, karena berpikir semakin banyak yang dioleskan maka jamur semakin cepat lenyap. Akibatnya, ketika dokter kulit mendiagnosis, mereka mengalami kesulitan untuk mendeteksi gejalanya.
Oleh karena itu, masyarakat diharapkan berhati-hati dalam menggunakan obat. Sebab, infeksi jamur tak bisa dianggap enteng dan tak selalu bisa diatasi dengan pengobatan sendiri. Apalagi dari seluruh penyakit kulit yang ditemui, masalah infeksi jamur ternyata tergolong cukup tinggi. Jadi sebaiknya, masyarakat meminta saran pengobatan kepada dokter kulit. Dan sekali lagi, menjaga kebersihan tubuh adalah tindak pencegahan terbaik dan termurah!

Salam Herbal, :)

This entry was posted at 03.35 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the comments feed .

0 komentar

Poskan Komentar